Ayo Bagikan Berita Ini

IMBR | Cibinong – Kurang lebih sudah 15 tahun, Jl.R.Aspiya Rt.2 dan 3 Rw.7, Kelurahan Keradenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Jawa Barat, tidak pernah tersentuh oleh pemerintah Kabupaten Bogor selama kurang lebih lima belas tahun (2001-2020).

Tim awak media wawancara oleh salah satu warga yang tidak berkenan di sebutkan namanya mengatakan, “jalan ini selalu lewat pejabat-pejabat besar Kabupaten Bogor, tapi mereka hanya janji-janji sampai sekarang, sudah 3 kali pergantian bupati, pergantian wakil rakyat DPRD Kabupaten Bogor, tetapi tetap sama rusak dan hancur, tidak ada perbaikan ataupun perubahan di jln Aspiya kampung Pisang. lebih menyedihkan bila kita melihat, anak-anak sekolah SDN Kaumpandak 04, akan berangkat dan pulang sekolah, pasti lewat jalan tersebut yang rusak dan hancur ini”, ungkap warga

“Jalan Aspiya rusak dan hancur sangat memperhatinkan, persis di pintu gerbang depan sekolah pintu masuk dan keluar siswa/i SDN Kaumpandak 04, saya melihat kasihan dan sedih, anak-anak sekolah, selalu bergelut dengan kotor-kotoran, banjir bila sudah musim hujan berdebu bila musim panas, air hujan tidak mengalir air hujan bertakung, tidak ada drainase untuk pembuangan air ataupun gorong-gorong tuk pembuangan air, pernah di aspal tetapi tipis sekali, dari tahun ke tahun di ukur di ukur tetapi tidak pernah di perbaiki, sampai cape saya melihatnya, hanya ngukur-ngukur doang untuk apa pa”, ungkap warga kepada media.

Warga berharap, Semoga pemerintah kabupaten bogor ataupun dinas-dinas terkait untuk melakukan peninjauan ulang kelokasi jalan yang rusak dan hancur, tapi jangan di bodoh-bodokan warga lagi, kasihanlah kami dan anak-anak kita yang bersekolah di SDN Kaumpandak 04, selalu menghadapi jalan yang rusak parah dan hancur, berikanlah warga dan anak-anak kami kenyamanan, dari luar gerbang sekolah sampai di ruang kelas, agar anak- anak kita fokus dengan belajar, bukan dihadapakan dengan jalan yang hancur, saat akan masuk ke gerbang sekolah sudah di hadapkan dengan kubakan untuk kerbau, itulah pertama yang di lihat saat akan masuk pintu gerbang sekolah, jalan yang rusak dan hancur genagan air hujan yang melimpah bercampur lumpur di saat musim penghujan seperti ini, jalan untuk kubakan kerbau yang pantesnya, jadi kami warga kampung pisang berharap, sudah cukup kami warga kampung pisang dan anak-anak sekolah merasakan penderitaan ini selama 15 tahun.

15 tahun merasakan jalan yang rusak parah, sekali lagi atas nama warga kami sangat berharap, dengan penuh hormat kepada yang paling mulia para-para pejabat kabupaten bogor yang suci, sesuci anak bayi pejabat kabupaten bogor, tolong perbaiki jalan kami, berilah jalan kami yang layak dan baik, harap warga kepada pejabat-pejabat yang mulia dan terhormat disisi Tuhan yang maha esa, pinta warga yang mencurahkan isi hatinya penuh harap.

Tim awak media wawancarai warga inisial SK, menerangkan, jalan ini, jalan alternatif ke pemda, wilayah ini wilayah ring satu Kabupaten Bogor, dan di sini selalu di lewat oleh para mulia dan para terhormat pembesar-pembesar Kabupaten Bogor, tapi mata dan hati nuraninya tertutup, bagaikan tidak ada permasalahan di radius rumah mereka, mereka hanya janji-janji di saat berkampanye untuk memikat hati rakyat, tapi sudah jadi semua hanya hisapan jempol belaka, hilang semua janji-janji bila mereka sudah duduk di kursi empuk berlapisan emas dunia, kami merasakan jalan rusak n hancur ini kurang lebih 15 tahun, kasihani kami, kami tidak minta banyak, kami tidak meminta lebih, yang kami pinta dari warga kampung pisang dan anak-anak sekolah SDN Kaumpandak 04 PERBAIKI JALAN KAMI, yang sudah puluhan tahun rusak dan hancur,” ungkapnya warga SK dalam ungkap jeritan hati yang bersedih dengan jalan rusak kurang lebih 15 tahun, terakhir semoga tuhan memberikan”SURGA” kepada pejabat-pejabat kabupaten bogor atas kebaikan yang telah diberikan kepada rakyatnya, di hari akhirat kelak Amin, tutup jeritan rakyat.
( Hery ).