Ayo Bagikan Berita Ini

Hari ini, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) melantik dua orang Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, yaitu Yagus Suyadi sebagai Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat dan Agus Yulian sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN).

Bagi Yagus Suyadi, yang sebelumnya Kepala Bagian Perundang-undangan di Kementerian ATR/BPN tentu tidak asing lagi mengemban tugas menjadi Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Namun, siapakah Agust Yulian, yang baru saja dilantik menjadi Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) itu? Mari berkenalan dengan sosok Agust Yulian.

Agust Yulian lahir di Kabupaten Pangandaran, pada 27 Agustus 1973, sebelumnya ia berdinas di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selama 26 tahun. “Saya memulai karir dan menjadi Aparatur Sipil Negara pertama kali di Medan. Lalu, selesai dari STAN pada tahun 1994, beberapa kali saya dimutasi ke Jakarta dan Bangka Belitung,” katanya saat diwawancarai oleh Tim Humas Kementerian ATR/BPN, saat acara Pelantikan di Aula Prona, Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (01/07).

Selama lima tahun terakhir, Agust Yulian banyak berkecimpung di bidang Teknologi Informasi BPKP. Di lembaga tersebut, ia dipercaya sebagai Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi Pusat Informasi Pengawasan (Pusinfowas). “Berada di bidang IT selama 5 tahun, memberikan pengalaman tersendiri bagi saya. Namun, hal ini juga yang mendorong saya untuk mengikuti lelang jabatan di Kementerian ATR/BPN,” kata Agust Yulian.

Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Bagi Agust Yulian, ungkapan ini terasa benar. Menurutnya pelibatan Teknologi Informasi sudah bukan hal lumrah dalam masa sekarang. “Apalagi misi ke depan, Kementerian ATR/BPN ingin menjadi organisasi berkelas dunia. Untuk menuju kesana kita harus menerapkan pengelolaan manajemen kelas dunia,” kata Agust Yulian.

Sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN), Agust Yulian memiliki strategi untuk mendukung Kementerian ATR/BPN menjadi organisasi yang berkelas dunia. “Kita harus bertransformasi menuju era digital. Hal ini juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan sumber daya, terutama sumber daya manusia. Di tempat kerja yang baru nanti saya akan mengedepankan manajemen modern yakni manajemen risiko. Selain itu, saya akan meningkatkan kolaborasi dengan Inspektorat Jenderal, sebagai lapis ketiga pertahanan tata kelola kita,” ujar Agust Yulian.

Ia berharap metode kerja tersebut diharapkan memberikan hasil yang efisien.

Selamat bertugas, Pak. Semoga Kementerian ATR/BPN menjadi lebih baik, terutama dalam pengelolaan keuangan. (RH)/HO