Ayo Bagikan Berita Ini

INTELMEDIA-BOGOR -Guna optimalkan layanan publik, Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor kini lengkapi aplikasi modern berbasis teknologi. Tujuannya, untuk memudahkan masyarakat dalam update data sertifikat. Melalui teknologi ini, diharapkan BPN Kabupaten Bogor semakin dekat kepada masyarakat dan data sertifikat yang dimiliki senantiasa ter update. Demikian disampaikan Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto.

“Penambahan aplikasi validasi bidang tanah yang diluncurkan bertujuan untuk meningkatan kualitas data pertanahan,” tukasnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Senin (21/9/2020).
Karena, sambungnya, setiap perubahan data yang diawali sejak adanya perbuatan hukum pertama di atas bidang tanah, harus tercatat di sertifikat yang dipegang masyarakat sebagai pemegang hak atau pemilik tanah.
“Dan BPN sebagai instansi pemegang data kepemilikan tanah. Data di BPN dan pemegang hak harus sama dan senantiasa ter update,” lanjutnya.
Pria yang pernah bertugas di ATR/BPN Semarang ini berujar, BPN Kabupaten Bogor telah melakukan sosialisasi aplikasi di kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong. Di kelurahan ini sengaja dipilih sebagai Pilot Projek dan BPN menggandeng PPAT kabupaten Bogor sebagai mitra kerja.
“Nantinya kami berencana untuk terus melakukan sosialisasi di tempat lain dengan harapan aplikasi ini dapat diketahui seluruh masyarakat pemilik bidang tanah dan pemegang sertipikat supaya kualitas data pertanahan Kabupaten Bogor lengkap,” jelasnya.
Masih kata Sepyo, aplikasi terbaru BPN Kabupaten Bogor menggunakan basis pendekatan kepada masyarakat. Hal itu berbalik dengan sistem sebelumnya dimana validasi diajukan melalui permohonan di Loket.
“Mengapa berbasis partisipasi masyarakat. Karena BPN ingin mempercepat perbaikan kualitas data. Dan BPN aktif melakukan upaya pendekatan kepada pemegang sertipikat dengan menggunakan aplikasi ini, kita mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam memperbaiki kualitas data pertanahan dengan meng-update data-data bidang tanah yg mereka miliki,” tuntasnya. (nesto)