Ayo Bagikan Berita Ini

INTELMEDIA – Kabar adanya penahanan Ijazah terhadap siswa SMAN 1 Jasinga karena menunggak sejumlah bayaran mendapatkan kecaman dari Aktivis Kabupaten Bogor Ali Topan Vinaya (ATV).

Menurutnya, ijazah merupakan dokumen resmi tanda siswa menuntaskan jenjang pendidikan tertenru, sekaligus menjadi dokumen yang amat dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan maupun melamar pekerjaan.

“Sehingga, untuk alasan apa pun, ijazah ini tidak boleh ditahan oleh siapa pun. Terlebih lagi didasari karena ketidakmampuan orang tua siswa dalam memenuhi kewajiban pembayaran anaknya kepada pihak sekolah,”tegas Atv melalui pesan Whatsapp, Selasa, (28/7).

Lebih lanjut, ATV menuding hal inj merupakan modus para oknum sekolah untuk memperoleh keuntungan. Contoh, adanya iuran acara akhir tahun atau perpisahan, dikarenakan adanya covid 19 acara tersebut tidak dilaksanakan. “Seharusnya uang tersebut dikembalikan ke orang tua murid tapi ini malah tidak, kemanakan uang tersebut, saya harap ada sanksi yang tegas dari Kadisdik Provisi Jabar,” ketusnya.

Kasus penahanan Ijazah ini pula mendapat komentar dari salah satu Dewan Provinsi Jabar Asep Wahyu Wijaya. Dirinya bahkan meminta pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah untuk tidak berlebihan.

“Kepala Sekolahnya jangan berlebihan lah. Banyak cara bijak yang bisa dilakukan agar nasib anak-anak tidak tersandera karena soal sederhana itu,” kata politikus Partai Demokrat ini.

“Coba kordinasikan dengan Komite Sekolahnya, anggaran pendidikan kita kan memang masih terbatas, tapi apakah soal begini tidak bisa dimusyawarahkan dengan semuanya. Saya yakin, pasti ada anggaran dari sekolah dan para orang tua murid untuk menghandle kasus seperti ini,”tegas Asep Wahyu.

Saat konfirmasi ke pihak SMAN 1 Jasinga, Selasa, (28/7), diterima Bagian Humas Dadang Burhan mengatakan mengakui masih banyak Ijazah yang belum diambil, namun tidak mengatakan berapa jumlah Ijazah yang masih ada di sekolah. “Karena teknis pengumuman pembagian Ijazah melalui WA Grup dari wali kelas masing-masing, menghindari kerumunan orang karena kita tetap harus mengikuti protokol Covid-19,”kata Dadang.

“Yang belum diambil itu, karena ada yang belum menyelesaikan tunggakan dan belum sempat diambil, untuk itu, pihak sekolah hanya memberikan ijazah sementara kepada murid,” kilahnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pengakuan Ratih Andini dan Salsabila yang disampaikan ke Intelmedia mengatakan, “Pengumuman pengambilan ijazah lewat pesan ke HP, kalau yang sudah melunasi bisa langsung diambil tapi, bagi yang belum melunasi tidak bisa diambil itu persyaratannya,”katanya.

Info yang didapatkan, Usai ramai jadi perbincangan, Itoh yang merupakan ibu Ratih Andini dipanggil pihak sekolah dan ijazah yang sempat ditahan langsung diberikan. (DP)