Ayo Bagikan Berita Ini

IMBR|Bogor – Keluarga besar alumni SMEA Negeri Bogor tahun 1979 berkunjung ke kecamatan Leuwisadeng sambil bersilahturrahmi dan menyerahkan sumbangan kepada korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.

Rombongan diterima langsung oleh Camat Leuwisadeng Pepep Hamdi. Dalam kesempatan ini camat sangat mengapresiasi sekali atas kedatangan rekan-rekan semasa di SMEA dulu yang begitu peduli kepada para korban bencana alam banjir dan tanah longsor dengan memberikan sumbangan berupa kebutuhan para pengungsi korban bencana,

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kunjungan dan silaturrahmi nya rekan sekalian”,ucap camat leuwisadeng Pepep Hamdi.

Ketua rombongan H. Wawan ketika dimintai komentarnya oleh Intelmedia menerangkan

” Kedatangan kami kesini karena Kecamatan Leuwisadeng merupakan posko zona 1 untuk 15 kecamatan dan terdekat dengan lokasi bencana jadi kami menyerahkan sumbangan ala kadarnya berupa, makanan siap saji, air mineral, pakaian layak pakai, susu, ikan kalengan, dan makanan ringan”, ujar H.Wawan kepada awak media.

Lebih lanjut H.Wawan berharap semoga sumbangan ala kadarnya dapat bermanfaat dan bisa mengurangi beban para korban bencana alam, dan ia juga bersyukur kepada pemerintah Kabupaten Bogor beserta jajarannya begitu cepat tanggap dalam mencermarti bencana alam, dan juga pemerintah pusat yang begitu cepat merespon untuk mengevakuasi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Masyarakatpun sangat bersyukur bercampur bahagia atas kedatangan presiden jokowi yang langsung turun kelokasi dan memerintahkan kepada jajarannya untuk segera membuka akses jalan menuju desa yang terisolir akibat putus jalan dan jembatan secepatnya diselesaikan begitu perintah presiden kepada jajaran dibawahnya.

“Kami atas nama Alumni SMEA Negeri Bogor tahun 1979, semoga kedepan tidak ada lagi banjir bandang dan tanah longsor yang seburuk ini, dan perlunya sosialisasi tentang bahaya banjir dan tanah longsor terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan hulu (penting nya Reboisasi- red)”,
pungkas H. Wawan

Reporter : HB/DP