Ayo Bagikan Berita Ini

INTEL MEDIA – BOGOR – Sebanyak 300 pekerja PT. Sahabat Unggul Internasional (SUI) melalui Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor kembali menggelar aksi dengan mendirikan tenda persis di depan perusahaan, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan/ Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (16/3/2020). Tuntutan aksi tersebut yakni mendesak manajemen perusahaan garmen membayar gaji pekerja yang belum dibayarkan selama 2.5 bulan.
Pengunjuk rasa juga membentangkan spanduk berisi tuntutan para buruh diantaranya pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan, penonaktifan BPJS Kesehatan oleh pihak perusahaan dan pembayaran sisa gaji karyawan serta pesangon.

Kepada pewarta intelmedia, Ketua SPN Kota Bogor, Margoni mengatakan, awalnya sudah ada sebagian hak pekerja yang dibayarkan oleh PT. SUI. “Namun sangat disayangkan bahwa semua tidak sampai tuntas pembayaranya kepada para karyawan lainnya. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya mendatangi BPJS Ketenagakerjaan, DPRD Kota Bogor, DPD yang akhirnya pada tanggal 13 maret 2020 kami pun menggelar aksi demo kembali di Balaikota Bogor,” tuturnya.

Masih menurutnya, saat digelar aksi unjuk rasa SPN dan pekerja beberapa waktu lalu, Bagian Hukum Pemkot Bogor dan Disnaker Kota Bogor disebutnya juga turut memediasi. Hasilnya, diperoleh kesepakatan PT SUI akan membayar dua bulan gaji. “Tapi, faktanya yang dijanjikan pihak PT SUI ternyata ingkar. Hingga saat ini gaji pekerja masih belum ada kejelasan. Sampai saat ini, kami juga belum bisa bertemu dengan pihak PT SUI dengan berbagai alasan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kabag Hukum Kota Bogor Alma Wiranta menuturkan, PT. SUI sebagai owner tidak melaksanakan perjanjian sebagaimana telah mereka sepakati secara musyawarah mufakat. Ia menjelaskan bahwa pihak PT. SUI saat ini tidak bisa berkomunikasi dengan SPN karena ada masalah produktifitas karena Corona. Selain itu mereka juga minta strategi dari pemkot untuk menyelasikan masalah ini.

“Saya sarankan kalau memang gugatan hubungan industrial salah satu cara memang baik, tapi kalau perusahaan tidak bisa membayar utang piutang terhadap pekerja silahkan saja gugat pailit saja,” ujarnya. Untuk itu, sambung Alma, pihaknya akan terus membantu sekitar 300 karyawan PT SUI yang belum menerima haknya.
“Tapi mereka saat ini puas dan ingin melakukan komunikasi intens dengan Pemkot Bogor. Ini upaya untuk membantu bagaimana permasalahan-permasalahan di Kota Bogor jangan kita anggap mereka itu sebagai seberang kita, justru mereka meminta perlindungan sama kita, kita rangkul apa yang menjadi permasalahan dan bersama sama maju kedepan menyelesaikannya,” pungkasnya.

Sebegai informasi, sebelumnya, pada tahun 2017 PT SUI mulai tersendat dalam pembayarkan gaji pekerja, selanjutnya pada tanggal 12 Agustus 2019 perusahaan tersebut mulai tidak beroperasi dan meliburkan seluruh karyawannya, tanpa membayarkan gaji dan pesangon karyawan.
Menurut para pekerja, PT. SUI telah mengingkari janji kesepakatan yang dibuat di Balaikota Bogor dan Kantor Disnakertrans pada tanggal 12 Agustus 2019 silam untuk melunasi gaji dan pemberian pesangon bagi seluruh karyawannya.(Anwar S)