Ayo Bagikan Berita Ini

INTEL MEDIA – BOGOR – Pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Depok-Bogor-Jakarta Kota disebut-sebut merupakan potensi besar terjangkitnya virus Vovid-19 atau Corona. Betapa tidak, sebab, budaya penumpang berdesakan disinyalir merupakan resiko tinggi tertularnya Corona. Lalu, bagaimana tanggapan Kepala Desa Cilebut Barat, Dasuki yang kantor pemerintahan desanya tak jauh dari Stasiun Cilebut?

“Sebetulnya Stasiun Cilebut berada di kawasan Cilebut Timur. Bukan di Cilebut Barat. Jadi tak begitu mengkhawatirkan,” kata Kades Cilebut Barat, Dasuki saat diwawancarai, Rabu (18/3/2020).
Meski begitu, sambungnya, pihaknya tetap berjaga-jaga dan melakukan antispasi sebagaimana instruksi Bupati Bogor.

“Kalau soal dampak (red. Kekhawatiran Corona), saat ini memang sudah terliha, seperti terjadi penurunan penitipan kendaraan bermotor di Kantor Desa Cilebut Barat. Dari yang semula mencapai 200 motor, kini hanya 160 per harinya,” ujarnya.

Masih kata Dasuski, guna mengoptimalkan pencegahan, saat ini pihaknya juga memberlakukan ketentuan wajib menggunakan masker dan menyiapkan sabun cair pencuci tangan.
“Pelayanan dari perangkat desa diwajibkan menggunakan masker. Tak hanya itu, kita (red. Kantor Desa Cilebut Barat)

juga menyiapkan cairan pencuci tangan bagi warga yang dating. Hal itu kita upayakan untuk melakukan pencegahan Corona. Selain itu, melalui website milik desa, dan selebaran, kita juga membuat seruan agar warga Cilebut Barat senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, juga kesehatan,” tuturnya.

Ditambahkan juga oleh Sekdes Cilebut Barat, Abdul Kohar dengan mengutip hadits Ahmad, Muslim, dan Tarmidzi.
“Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci. Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu. Dikutip dari HR. Tirmizi. Jadi, hidup bersih harus sennatiasa digalakan melalui budaya cuci tangan gara kita terhindare dari hal-hal yang tak diinginkan,” tuntasnya.(Nesto)