Ayo Bagikan Berita Ini

BOGOR – Kasus positif Cofid-19 bertambah. Terbaru, kasus ini disumbangkan dari klaster toko bangunan Mitra 10, di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor yang tercatat terdapat 12 kasus dari klaster supermarket bagunan itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menyebutkan, secara keseluruhan ada 168 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 57 pasien masih dalam perawatan, 94 pasien dinyatakan sembuh, dan 17 pasien meninggal.
“Ada penambahan satu kasus positif, tapi yang sembuh 10 orang. Sedangkan kemarin ada empat positif. Dari empat orang itu tiga di antaranya dari toko bahan bangunan,” tukas Kepala Dinkes Kota Bogor, baru-baru ini.
Retno menjelaskan adanya penambahan kasus positif itu setelah keluar hasil swab test terhadap 73 ODP dari Mitra 10. Rinciannya, 5 karyawan KTP Kota Bogor, 5 karyawan KTP Kabupaten Bogor dan 2 orang dari anggota keluarga yang melakukan kontak erat.
“5 orang karyawan warga Kabupaten Bogor sudah kita koordinasikan dengn Dinkes untuk notifikasi dan pemantauan,” tambah Retno.
Kepada supermarket maupun mal di Kota Bogor, Retno minta agar lebih memperketat protokol kesehatan karena ruang ber-AC dinilai lebih berpotensi besar menyebar virus corona.
“Makanya rekomendasi WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) itu kan kegiatan outdoor, kalau ber-AC ventilasi enggak bagus. Jadi risiko penularan lebih tinggi,” jelas dia
Terpisah, guna meminimalisir merebaknya Covid-19, RSUD Kota Bogor berencana membeli alat tes cepat polymerase chain reaction (PCR) dari China dengan anggaran Rp350 juta. Sebagaimana diketahui, PCR adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.
“PCR akan didatangkan dari China yang telah sesuai standar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia),” kata Direktur RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir.
Alat tersebut, sambungnya, nantinya dipergunakan untuk membantu Pemkot Bogor dalam melakukan uji Covid-19 kepada orang di lingkaran Covid-19, baik pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasein terkonfirmasi positif, yang membutuhkan test PCR lanjutan.
“Kita membeli PCR dari dana BLUD untuk membantu percepatan diagnosa pasien-pasien,” ujarnya. (mariam)