Ayo Bagikan Berita Ini

INTELMEDIA (BOGOR) – Kejaksaan Negeri Kota Bogor tetapkan satu orang tersangka (Kontraktor) dugaan kasus penyalagunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat Sekolah Dasar periode tahun ajaran 2017-2019.

“Satu orang tersangka berinisial JJR merupakan vendor/penyedia pengaadaan soal yaitu kertas try out, UTS, UAS dan kegiatan lainnya,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor Bambang Sutrisna dalam keterangan konfrensi pers, Senin (13/7/2020).

Ia menambahkan, tersangka JJR ini telah merugikan negara, senilai Rp17,2 miliar. ” Tersangka adalah pihak ketiga sebagai penyedia kegiatan ujian sekolah Dasar se-Kota Bogor,” kata dia.

Lebih jauh, masih kata bambang, tersangka telah mengembalikan kerugiaan negara sebesar Rp100 juta. JJR ditahan di Lapas Paledang.

“JJR, atas perbuatanya dikenakan Pasal 2 Ayat 1 Jo pasal 18 UU No 31 tahun 2019 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan pasal 2, 3, 5, Pasal 3 Jo 18, Jo 55 KUHP ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” sebut Bambang.

Pemeriksaan terhadap tersangka dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain mengunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta wajib mengenakan masker dan selalu mencucui tangan dengan sanitizer.(DH)

Foto :Metropolitan/Dil/Fin