Ayo Bagikan Berita Ini

INTEL MEDIA – BOGOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengapresiasi dukungan dan respon cepat Rumah Sakit PTN (RS PTN) dalam membantu penanganan pandemi Covid-19.

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Dikti (Dirjen Dikti), Nizam, menyampaikan bahwa sejak awal Maret, RS PTN dan Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Negeri (FK PTN) secara intensif telah melakukan berbagai upaya untuk menyiapkan diri untuk bisa berperan sebagai test center dan melakukan penanganan pasien.

Melihat antusiasme dan respon RS PTN tersebut, Kemendikbud telah melakukan revisi anggaran untuk memastikan keamanan dan keselamatan para relawan dan tenaga medis yang bertugas di RS PTN tersebut melalui kerja sama pengadaan APD dengan berbagai instansi pemerintah.

“Jadi kita bersinergi antara lima lementerian dan lembaga yang berkolaborasi dalam upaya ini, baik dari Kemendikbud, Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, Kemenko Maritim dan Investasi, serta BNPB. Jadi kita semua saling bahu membahu dalam mengatasi masalah ini. Kami juga apresiasi beberapa FK dan RS PTN tambahan yang juga bergabung dalam upaya kita bersama sehingga total saat ini ada 13 RS PTN dan 16 FK PTN yang siap bergabung dalam upaya kita bersama-sama,” ungkap Nizam.

Nizam menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan semangat relawan yang bertugas di RSP bersama para dosen mereka.

Saat ini sebanyak 13 RS PTN yang telah ditugaskan melakukan penanganan Covid-19, di antaranya 7 RS PTN Badan Hukum (PTN-BH), yaitu Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Sumatra Utara, serta 6 PTN Badan Layanan Umum (BLU), yaitu Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, Universitas Sebelas Maret, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Udayana.

Selain 13 PTN yang telah disebutkan sebelumnya, PTN lain yang telah menyatakan kesediaannya untuk segera aktif mendukung penanganan Covid-19 dan sedang melakukan persiapan diantaranya Universitas Syiah Kuala, Universitas Jambi, Universitas Mulawarman. Selain itu, 3 FK Perguruan Tinggi Swasta (PTS) juga bersedia untuk mendukung, yaitu Universitas Pelita Harapan, Universitas Katolik Atmaja Jakarta, dan Universitas Trisakti. Diharapkan semakin banyak FK lain yang dapat berpartisipasi aktif dalam penanganan Covid-19.

Salah satu relawan di RS Universitas Indonesia, Mariam Istiqhomariah Mulia, menjelaskan bahwa sebagai relawan yang diperbantukan di bagian surveilans. Selain bekerja, dirinya juga belajar cara menerapkan keselamatan diri dalam penanganan pasien Covid-19. Bersama dengan 32 relawan lainnya, Mariam bertugas dari hari Senin s.d. hari Jumat.

“Latar belakang pendidikan saya adalah yang membuat hati saya tergerak untuk menjadi relawan. Saya lulusan dari fakultas kesehatan masyarakat. Saya juga berterima kasih kepada pemerintah atas perhatiannya lewat bantuan APD. Ini membuat kami percaya diri dalam terlibat kegiatan yang berkaitan dengan penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit,” terangnya.(JAM/KMD)