Ayo Bagikan Berita Ini

INTELMEDIA – Tanjakan Sipanganten, yang terletak tidak jauh dari Kantor Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, kondisinya makin menghawatirkan. Bahkan, truk yang melintas kerap terbalik karena kondisi jalan yang menanjak dan menikung kini semakin buruk, licin dan berbatu.

“Hampir satu bulan sekali semenjak musibah Sukajaya Januari 2020 lalu, terdapat kecelakaan truk terbalik akibat makin buruknya kondisi jalan Sipanganten Kecamatan Cigudeg,” ungkap Mumul, seorang tokoh pemuda warga Kampung Jugaraya, Desa Sukaraksa.

Mumul juga mengeluhkan Jembatan Kampung Juga sebagai jalan alternatif yang raib terbawa banjir Januari lalu hingga kini belum juga dibangun.

“Jembatan Juga fungsinya sangat strategis sebagai jalan alternatif apabila tebing Jalan Sipanganten terjadi longsor atau licin dan berbagaya seperti sekarang ini. Namun hingga kini Jembatan Juga belum ada tanda-tanda rencana perbaikan. Sehingga konsekuensinya Jalan Sipanganten menjadi sangat penting untuk segera mendapat perbaikan termasuk saluran air dan tebingan agar tidak mudah longsor,” harap Mumul.

“Sebagai warga masyarakat pengguna jalan, kami menghimbau agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor segera menangani kondisi jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut agar kembali dapat dinikmati dengan lebih nyaman oleh masyarakat terutama para petani Sukajaya dalam memasarkan hasil pertanian dari wilayahnya. Mengingat ini adalah satu-satunya jalan dan tidak ada lagi jalan alternatif lain untuk memasarkan hasil pertanian mereka,” sambungnya.

Geliat perekonomian warga Sukajaya yang mayoritas petani, menurut Mumul tidak akan berkembang tanpa didukung oleh infrastruktur jalan yang memadai. Mengingat harga jual hasil panen menjadi turun ditambah mahalnya ongkos angkut menuju Bogor dan Jakarta akibat jalan kabupaten sepanjang Cigudeg dan Sukajaya banyak terdapat kerusakan.

Mumul juga mengingatkan akan pentingnya keberadaan jalan tersebut bagi dunia pendidikan. “Sekarang belum terasa permasalahannya, tapi nanti setelah sekolah kembali aktif dibuka tiap hari dan anak sekolah harus melintas jalan tersebut dengan roda dua karena belum ada angkutan umum. Akan banyak pelajar dan mahasiswa yang menjerit karena saat itu kondisi jalan jauh lebih buruk dari sekarang apabila tidak aegera mendapat perhatian pemerintah,” katanya.

Hasil pantauan, kondisi jalan yang menanjak dan menikung dari arah Sukajaya menuju Cigudeg tersebut kondisinya sangat tidak layak dengan bebatuan yang menonjol. Apalagi musim penghujan, jalan cenderung licin dan membutuhkan extra hati-hati bagi para pengemudi roda 2 maupun 4. Karena jika lengah, salah-salah masuk jurang menimpa pemukiman warga. (DidiS)