Ayo Bagikan Berita Ini

INTELMEDIA-BOGOR – Ketua LSM Mitra Rakyat Bersatu (MRB) Jamal Nasir menyesalkan produk kebijakan Pemkot Bogor dibawah duet kepemimpinan Bima Arya Sugiarto dan Dedie A Rachim yang disebutnya tega menggusur pedagang di Jalan Malabar yang sudah puluhan tahun di lokasi tersebut.

“Gusur-mengusur pedagang kaki lima diakhir masa jabatan Bima Arya yang berpasangan dengan Dedie Rachiem belakangan kok begitu intens. Nampaknya, setelah kekusaan ditangan tidak seperti janji-janjinya dulu yang puitis terhadap para PKL. Saat ini pun pedagang Malabar lambat laun akan bernasib sama seperti pedagang yang lain,” kata Jamal Nasir kepada media online ini, Senin (21/9/2020).
Pendapatnya, seharusnya Bima Arya bukan hanya sibuk menata proyek taman dan trotoar.
“Tapi, beliau juga terlebih dahulu merencanankan, menata dan memanusiakan PKL sebagaimana Jokowi lakukan di Solo ketika menjabat Walikota. Bukankah Bima Arya sebelum naik menjadi Walikota Bogor pernah melakukan kunjungan ke Solo untuk melihat bagaimana Jokowi memanusiakan PKL sehingga tidak terjadi gesekan. Akan tetapi, sebaliknya terjadinya pertumbuhan ekonomi arus bawah yang membuat para PKL secara manusiawi maupun ekonomi terbantu,” tandasnya.
Idealnya, sambung Jamal, tak harus dilakukan penggusuran pedagang di Jalan Malabar mengingat lintasan tersebut bukan jalan protokol.
“Andai beliau belajar bahwa kebijakan menggusur itu bukan solusi. Tapi, kebijakan menggusur itu menunjukan seorang pemimpin yang tidak mampu mengintegrasikan kebijakan dalam format sosial yang baku. Seharusnya mengkaji suatu kebijakan tidak bisa dengan cara tergesa-gesa hanya mementingan kepentingan satu kelompok dan hanya berpijak pada perda. Tapi, jangan lupa ada aspek HAM UU No.39 Tahun 1999 Tentang HAM dan UUD 1945,” pungkasnya. (nesto)