Ayo Bagikan Berita Ini

INTELMEDIA – Bogor- Nasib kurang beruntung dialamj Ratih Andini siswa kelas 3 IPA 5, SMAN 1 Jasinga, Kabupaten Bogor. Dirinya yang hendak mengambil ijazah kelulusan harus gigit jari, lantaran ijazah yang didambakannya tertahan karena menunggak sejumlah biaya sekolah. Hal tersebut diakui sang Ibu Itoh. “Barusan saya dari sekolah bertemu Ibu Uka pihak TU untuk meminta Ijazah anak saya, namun tidak diberikan dengan alasan harus melunasi tunggakkan biaya sekolah. Kemudian saya meminta rincian berapa tunggakannya, setelah di rinci Ibu Uka tunggakkan sebesar Rp. 3.825.000,” kata Itoh kepada Intelmedia.

Dengan memperlihatkan kertas rincian yang ditandatangani Uka petugas TU, Itoh menerangkan tunggakannya antara lain untuk Baju Seragam = Rp. 350.000, SPP Kelas 10 tunggakkan 6 bulan x Rp. 125.000 = Rp. 750.000, SPP Kelas 11 tunggakkan 5 bulan x Rp. 125.000 = Rp. 625.000, SPP Kelas 12 tunggakan 12 bulan x Rp. 175.000 = Rp. 2.100.000.

“Yang heran biaya baju seragam 350 ribu sedangkan anak saya tidak ambil. Terus, biaya SPP kelas 12 yang naik 50 ribu yang katanya untuk biaya perpisahan, dengan adanya Corona tidak jadi namun uangnya tidak dikembalikan dengan alasan untuk bayar Foto Chopy Ijazah, legalisir serta uang bimbel,” tambah Itoh.

Terpisah, ketika di temui diruangannya, Kepsek SMAN 1 Jasinga Nandang Suherman mengatakan tidak ada penahanan ijazah “Kalau misalkan mau ambil silahkan ambil, kalau misal ada yang belum bayaran itu terserah orang tuanya. Kalau mau bayar silahkan bayar, kalaupun tidak mampu tidak akan ditahan. Saya sudah wanti-wanti tidak boleh menahan Ijazah Siswa dengan alasan apapun,” bantahNandang.

Pernyataan Kepsek ini diperkuat Humas SMAN 1 Jasingan Dadang Hermawan yang menjamin bahwa tidak ada Penahanan Ijazah siswa. Senada, petugas TU SMAN 1 Jasinga Nana mengatakan bahwa tidak ada penahanan Ijazah. “Itu salah besar kalau Ijazah ditahan. Intinya kami di wanti-wanti kepala sekolah, apabila siswa yang mau ambil Ijazah silahkan berikan walaupun berapapun tunggakkannya,” tegas Nana.

“Tidak ada istilah ditahan, asal yang mengambil orangtuanya Ijazah silahkan ambil. Tadi Bu Itoh datang bukan untuk mengambil Ijazah tapi untuk meminta rincian tunggakan dan saya persilahkan ke Bu Uka,” lanjut Nana.

Terpisah, ternyata hal yang sama dialami Salsabila Siswa SMAN 1 Jasinga kelas 3 IPA 1 yang rumahnya tidak jauh dari Ratih Andini. Ijazah dirinya belum diberikan karena ada tunggakan Rp900.000.

“Kata anak saya harus bawa uang melunasi tunggakan baru Ijazah bisa diambil,” Tak berselang lama Ratih Andini dan Salsabila datang setelah seharian mencari lowongan pekerjaan, mereka membenarkan Ijazah ditahan karena belum melunasi tunggakan.

“Pengumuman pengambilan ijazah lewat pesan ke HP, kalau yang sudah melunasi bisa langsung diambil tapi, bagi yang belum melunasi tidak bisa diambil itu persyaratannya,”katanya.

Info yang didapatkan, Usai ramai jadi perbincangan, Itoh yang merupakan ibu Ratih Andini dipanggil pihak sekolah dan ijazah yang sempat ditahan langsung diberikan. (DP)