Ayo Bagikan Berita Ini

INTEL MEDIA – CIBINONG — Nasib nahas harus menimpa Dahliah warga Kampung Kupu, RT02/06 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok yang meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Cibinong, Rabu (27/05/2020).

Sebelum meninggal dunia Dahliah sempat dinyatakan diperbolehkan pulang oleh dokter RSUD, pada hari yang sama sekitar pukul 15:30 WIB.

Namun karena tidak mampu membayar biaya administrasi sebesar Rp2.485.300,- kepulangan pasien tersebut tertunda karena pihak rumah sakit menahan kepulangan pasien sebelum melunasi 75 persen dari seluruh biaya.

Pihak keluarga kurang mampu ini kebingungan, saat diminta menemui bagian keuangan, sempat memintakan penangguhan pembayaran karena sedang memproses pembuatan SKTM si pasien. Namun pihak RSUD Cibinong bagian keuangan bersikukuh agar administrasi tersebut dibayarkan minimal 75 persen dari total tagihan.

Abu Hanifa Pendiri Solusi Pasien Urgent NKRI, mengatakan.”Apabila tidak bisa membayar sebesar 75 persen terlebih dahulu, maka saya tidak bisa pulangkan, karena kamipun resmi ada aturannya. itu bahasa yang disampaikan pak wandi bagian keuangan RSUD Cibinong,” ungkapnya menirukan petugas RSUD Cibinong.

Abu Hanifa mewakili anggota pasien di RSUD Cibinong mengakui pasien memang tidak mempunyai BPJS
namun seluruh berkas kepengurusan untuk menyelesaikan urusan pasien tersebut sedang diurus sesuai data domisili si pasien. “Akan tetapi keputusan bagian keuangan RSUD Cibinong tetap seperti itu. Akibat tidak bisa dipulangkan pasien pingsan dan langsung meninggal,” jelasnya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, pihak keluarga memberitahu pasien terkait penyebab penundaan kepulangannya. Pasien yang tadinya sudah dinyatakan boleh pulang, mendengar informasi tersebut, kaget dan mendadak jatuh pingsan dan langsung meninggal dunia.

Jenazah Ibu Dahliah akhirnya bisa dibawa pulang keluarga pukul 17.00 WIB setelah membayar Rp300.000. Adapun uang tersebut hasil daripada patungan keluarga.

Sementara itu, pihak RSUD Cibinong buru-buru melakukan konferensi pers terkait tudingan terasebut, melalui Humas RSUD Cibinong Gumilang Cahaya menerangkan, pihaknya sudah melakukan prosedur yang berlaku. “Pasien ini adalah pasien tunai. Harusnya melakukan diposit sebelum dilakukan perawatan. Namun kami membe4ikan kemudahan dengan tidak melakukan deposit, justru 75 persen itu diminta setelah pasien boleh pulang, ” bebernya. Dirinya juga menyangkal, pihak RSUD menyatakan pasien sudah sehat, statement tersebut keluar dari pendamping pasien. “Yang berbicara itu pendamping pasien, bukan kami, ” katanya lagi.

Terkait uang Rp300. 000 yang dibayarkan saat pasien dipulangkan, pihaknya lagi-lagi membantah itu merupakan uang perawatan. Namun, uang tersebut merupakan ‘ongkos’ untuk membayar ambulan. “Itu untuk sewa ambulan, jadi pembayaran biaya rawat sama sekali tidak dibebankan kepada pasien saat kepulangan, ” tandasnya. (Iwan)