Ayo Bagikan Berita Ini

INTELMEDIA – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi 3 kunjungi Proyek Pembangunan RSUD Leuwiliang. Kunjungan ini menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait adanya perubahan Kontruksi Sarang Laba-Laba ke Kontruksi Tiang Pancang. Senin, (14/09/2020). Tampak terlihat, Kunjungan ini dipimpin langsung Ketua Komisi III Sastra Winara, Aan Triana Al Muharom, Sarni, Ferry Roveo Checanova, Nurodin, H. Slamet Mulyadi, serta H. Permadi Dalung. Sebelumnya, anggota DPRD lainnya sudah mendatangi proyek pembangunan tersebut menyikapi isu kasus yang sama.

Namun sayang, dalam acara rapat dengar pendapat dengan pihak RSUD, Kotraktor dan MK, para awak media tidak diperkenankan meliput dan disuruh keluar aula rapat tersebut. Selesai acara rapat dengar pendapat, tim komisi 3 diantar pihak RSUD, Kontraktor dan MK melihat langsung lokasi pekerjaan.

Diwawancarai selesai acara, Ketua Komisi III Sastra Winara mengatakan bahwa kunjungan komisi 3 sudah terjadwal jauh-jauh hari dan bukan karena baru kunjungan karena sudah adanya anggota dewan lain yang sudah berkunjung sebelumnya. “Memang ini domainnya komisi 3 dipembangunan, datang kesini mengecek kelokasi, memang betul ada perubahan kontruksi dari Kontruksi Sarang Laba-Laba ke Tiang Pancang yang sudah dengan kajian-kajian Konsultan, Kontraktor dan pihak RSUD,”kata Sastra Winara Politikus Gerindra yang berangkat dari Dapil 5 ini.

Terkait Kedatangan Komisi 4 ke RSUD sebelumnya, Sastra mengatakan karna itu memang fungsi kontrol dari anggota dewan. “Itu hanya temen-temen di DPRD dan tadi juga saya komunikasi dengan Ketua Komisi 4 kalau itu bukan agenda Komisi 4, ya itu sah-sah saja, secepatnya kita akan undang, paling lambat minggu depan ke DPRD”terangnya.

Masih ditempat yang sama, Nurodin (F PKB) mengatakan bahwa selama perubahan itu mengikuti prosedur tidak jadi permasalahan. “Jadikan lumayan rame. Sah-sah saja saya fikir pihak kontraktor melakukan perubahan selama itu mengikuti peraturan. Namun yang terpenting, sesungguhnya kalau bicara perencanaan Detail Enginering Design (DED-red) itukan sudah disusun tahun 2016 tapi yang terjadi adanya perubahan,”kata Nurodin yang karib disapa Jaro Peloy.

“Artinyakan, uang rakyat pula tuh membayar Konsultan buat perencanaan. Tadi juga, Konsultan menyampaikan bahwa pada tahun 2018 dikonfirmasi juga ini akan menjadi sesuai gambar, jadi disarankan untuk direview ulang, masalahnya tidak direview ulang sehingga masuknya kedalam addendum, mudah-mudahan ini yang terbaik,”tambah Jaro Peloy.

“Namun, ini harus kita awasi bersama-sama supaya perubahan ini tidak ada dusta diantara kita, yang penting itukan. Sudah pasti ada perubahan anggaran, kita lihat bukti-buktinya, kita tidak usah berandai-andai. Proyek ini harus tetap berjalan, karna ini untuk pelayanan masyarakat, tapi kalau ada sesuatu yang janggal pasti ada pihak-pihak yang kompeten akan melakukan tindakan,”pungkasnya.

Terpisah, Mada salah satu anggota MK mengatakan bahwa perubahan itu sudah sesuai prosedural. “Ini harus terklarifikasi, ada informasi yang kurang tepat bahwa pak sugeng mengundurkan diri karena telah bekerja di tempat yang lain bukan karena tidak setuju dengan perubahan kontruksi,”tegas Mada.

“Fungsi Rumah Sakit harus berdiri yang paling kokoh. Ini perencanaan 2016, ada perubahan di 2017, secara teknis diharuskan adanya perubahan dengan aturan-aturan yang baru, kajian itu dilakukan oleh pihak Rumah Sakit dibulan Maret sebelum tender,”tambah Mada.

Terpisah, Dirut RSUD Hesti Iswandary menerangkan kunjungan komisi 3 meminta penjelasan perihal perubahan kontruksi dan memberikan masukan serta meminta dokumen-dokumen perubahan kontruksi. “Tadi juga kelokasi, jadi dilapangan juga diapresiasi positif, artinya, kita membangun sesuai dengan apa yang diharafkan masyarakat, jangan sampai dengan kesalah pahaman, grecokin jadi menghambat, jadi yang rugi masyarakat juga,”pungkas Hesti. (Dian Pribadi)