Ayo Bagikan Berita Ini

INTELMEDIA BOGOR – Pembukaan Pesta Rondang Bittang ke XXXIII (33) yang dihelat di Pantai Bebas Parapat, Kab.Simalungun, Sumut Kamis (19/09/2019) berlangsung dengan aman dan tertib.

Perayaan pesta budaya masyarakat Simalungun, Sumatra Utara yang setiap tahunnya dilaksanakan salah satunya bertujuan untuk menggali seni dan budaya tradisional serta meningkatkan para kaum muda dan pelajar agar semakin mencintai budayanya.

Rondang Bittang awalnya merupakan salah satu wadah bagi masyarakat untuk melakukan musyawarah. Dimana, Dahulu setelah melakukan musyawarah bersama selanjutnya masyarakat menari dan bernyanyi bersama dan masyarakat menyebut kegiatan itu dengan istilah ” Mar-Rondang Bittang “.

Seiring Perkembangan budaya Mar-Rondang Bittang, Kemudian masyarakat melaksanakan Rondang Bittang pada saat pesta panen (Mar-Pariama) yang menggambarkan bentuk ungkapan rasa syukur atas panen raya yang telah dilakukan secara bergotong royong (Marharoan Bolon).

Pada saat Mar-Rondang Bittang ini juga dimanfaatkan para muda-mudi simalungun sekaligus sebagai ajang mencari jodoh (Martondur).

Beberapa sumber menjelaskan arti kata Rondang Bittang adalah ” Terang Bulan ” yang berasal dari kata ” Rondang ” yang berarti Terang Benderang, melebihi terang yang biasa sedangkan ” Bittang ” merupakan sebutan Bintang dalam bahasa simalungun yakni sesuatu yang bersinar di malam hari yang salah satunya adalah bulan purnama.

Itu sebabnya pesta Rondang Bittang Biasanya digelar pada malam hari disaat bulan purnama. Pelaksanaan Pesta Rondang Bittang tidak pernah lepas dari kegiatan Bernyanyi dan Menari bersama, Berbalas pantun, Memakai Pakaian Adat, Bermain permainan tradisional serta manggual.

Dahulu pesta Rondang Bittang Merupakan salah satu Pesta Seni Budaya Rakyat Simalungun sebagai hiburan bagi masyarakat yang dilaksanakan setiap selesai panen raya. Kemudian selain sebagai hiburan bagi rakyat Pesta Rondang Bittang juga merupakan ungkapan rasa syukur kepada TUHAN dan ungkapan Terima kasih kepada orang-orang yang telah melaksanakan Gotong Royong yakni membantu menanam dan memanen pada panen raya.

Perkembangan pesta Rondang Bittang yang dulunya digerakkan oleh masyarakat, namun dalam perjalanannya pesta Rondang Bittang dianggap sebagai salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. Untuk itu pemerintah mengambil alih urusan pesta Rondang Bittang dan mengangkat pesta Rondang Bittang sebagai forum pelestarian dan penggalian nilai budaya Simalungun. Pesta Rondang Bittang telah dijadikan sebagai pesta budaya dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Simalungun dengan menjadikan pesta Rondang Bittang sebagai agenda tahunan dalam kalender event Pariwisata dan Kebudayaan di Kabupaten Simalungun.

Pelaksanaan Pesta Rondang Bittang dulunya pada saat masih dilaksanakan oleh masyarakat berfungsi sebagai hiburan, Sedangkan setelah diambil alih oleh pemerintah berfungsi sebagai hiburan dan sebagai ajang perlombaan.

Untuk menjaga kelestarian tersebut, Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Pariwisata mengadakan acara tersebut setiap tahunnya dan menjadi kalender event pariwisata Simalungun.

Event Rondang Bittang ini di setiap kecamatan akan mengirimkan timnya untuk mengikuti pertandingan dibeberapa kegiatan seperti perlombaan Parade, Hagualon, Tor-Tor, Ilah, Taur-Taur, Improvisasi, Margalah, Marjalekkat, Terompah, dan Fotografi.

Perayaan pesta ini juga di buka langsung oleh Bupati Simalungun JR. Saragih dan Muspida Simalungun dan tokoh-tokoh adat serta tokoh agama.
Dan menghadirkan beberapa stand dari Dinas-Dinas Simalungun dan masyarakat di perkecamatan serta menyajikan beberapa hasil karya mereka. Bupati JR.

Saragih juga menyempatkan diri meninjau stand-stand serta mencicipi hasil karya masyarakat.
Pesta Rondang Bittang ini dibuka dari tanggal 19 September hingga berakhirnya pada tanggal 21 September 2019.

Acara penutupan direncanakan ditutup oleh Bupati JR. Saragih sekalian memberikan bimbingan dan arahan serta pemberian hadiah kepada peserta pemenang. (Feri)