Ayo Bagikan Berita Ini

INTELMEDIA -BOGOR – Beredarnya pemberitaan penahanan ijazah yang dilakukan SMAN 1 Jasinga (SMANJas) dikarenakan belum melunasi tunggakkan biaya sekolah, sehingga mendapat sorotan dari kalangan Aktivis serta anggota Dewan Provinsi Jabar terus menjadi buah bibir. Hal ini juga sampai ke telinga Ketua Komite SMANJas H. Farid yang turut angkat bicara. .

Kepada awak media, dirinya sudah 18 tahun menjadi ketua komite, selama itu pula SMANJas tidak ada istilah ijazah ditahan. “Saya punya rasa memiliki tanggungjawab tinggi, selama ini tidak ada istilah ijazah ditahan karena kendala nunggak pembayaran biaya sekolah. Jangankan ijazah, ujian semester wajib hukumnya anak-anak mengikuti ketika ada tunggakan, apalagi ini ijazah, kepentingan pribadi masa depan anak-anak, merupakan dokumen resmi tanda siswa menuntaskan penyelenggaraan pendidikan, sekaligus menjadi dokumen yang amat dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan maupun melamar pekerjaan,” tegas H. Farid.

Masih menurutnya, lima atau enam tahun sebelumnya antara komite dan pihak sekolah telah menyepakati siapapun kepala sekolahnya tidak boleh menahan ijazah karena, akan berdampak negatif ke sekolah. “Makanya, kemarin saya kaget menadapat informasi ijazah ditahan, setelah mendapat penjelasan dari pihak sekolah, saya baru paham,” kata H. Farid.

“Kalau sekedar mengingatkan adanya tunggakan itu boleh, agamapun membolehkan tapi kan pihak sekolah gak ada yang nagih datang kerumah wali murid, adanya tunggakan tidak lantas sekolah menahan ijazah, saya pun bisa marah ke pihak sekolah,” tegasnya lebih lanjut.

“Feedback negatifnya kesekolah, jika kebakaran, ijazah hilang pihak sekolah bisa dituntut, adapun wali murid punya tunggakan itu hal yang lumrah, tapi tidak lantas menahan ijazah dengan alasan apapun sampai memaksakan harus bayar tunggakan, saya tanggungjawab itu,”tegas Farid yang juga Ketua Pedagang Pasar Jasinga. “Komite merupakan representatif wali murid, jadi ketika ada kesulitan wali murid lapor ke saya dulu, baru saya mediasi dengan pihak sekolah untuk mencari solusi,” pungkasnya.

Melalui Sambungan Seluler, Anggota Dewan Provinsi Jabar Asep Wahyu Wijaya, bahwa dirinya mendapat penjelasan dari ketua komite Smanjas (H. Farid). “Saya ditelpon soal berita ini, sepertinya kondisi eksistingnya tidak seperti ini. Ketua Komite Sekolah sudah kontak saya dan jelaskan kondisi sesungguhnya tidak ada penahanan ijazah siswa oleh SMAN 1 Jasinga,” kata dia. (DP)