Ayo Bagikan Berita Ini

INTELMEDIA – Kasus ibu tiga anak yang diketahui kelaparan di Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor sampai ke telinga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Mu’ad Khalim. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV itusangat menyayangkan kejadian tersebut. Terlebih, di tengah Pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, dirinya jiga menyayangkan adanya kabar tumpukan beras di Kantor Desa Cipicung. “Kalau pada prinsipnya saya tidak mau lagi ada warga Kabupaten Bogor yang kelaparan karena sudah ada banyak sumber bantuan baik dari banpres, banprov dan bantuan kabupaten. Walaupun sebetulnya belum semua bantuan 100% terealisasi. Tapi tidak boleh ada warga yang kelaparan dengan banyaknya alternatif bantuan yang sudah didistribusikan ke masyarakat,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.


‌Lebih lanjut dia memaparkan, jika ada sembako yang menumpuk di kantor desa, sementara ada warga yang benar-benar kelaparan sangat disayangkan. “Ya keterlaluan aparat desanya karena pemerintahan tingkat desa yang tau persis bagaimana kondisi masyarakatnya,” imbuhnya lagi.


‌Politisi PDI Perjuangan ini juga sudah mengecek ke keluarga Leni (30) warga Kampung Totopong, Rt05/01, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu, (20/05/2020). Dirinya memastikan, yang bersangkutan sudah mendapat bantuan.

‌”Tadi sudah dicek ke keluarga ibu Leni dan sudah mendapat bantuan. Tadi dapat klarifikasi dari Dinsos dan TKSK. Saya juga suruh cek PAC PDIP Cijeruk dan betul adanya bahwa ibu Leni sudah mendapat bantuan,” kata Mu’ad Khalim.

‌Terkait penumpukan beras di Kantor Desa Cipicung, dirinya mendapat penjelasan dan bahwa beras tersebut sebagian sudah dibagikan. “Berasnya ada sebagian yang belum terbagi dan ada sebagian yang penerimanya sudah meninggal. Kadesnya tidak bisa dihubungi, saya cek lewat kadinsos dan diklarifikasi oleh TKSK,” tegasnya.

Ketika hendak ditemui, Kades Cipicung Eli Suherli tidak ada ditempat dan awak media mencoba menghubungi lewat WhatsApp dan SMS pun tidak bisa di hubungi (tidak aktip). Tak hanya itu, awak media berusaha mengkonfirmasi Camat Cijeruk Hadijana melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini dilansir pihaknya belum memberikan keterangan. (Rahmat/DP)